بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Cerita Muhyiiddiin Ibnu ‘Arabi tentang hal ihwal Kitab-kitabnya…

Sumber: Buletin Cahaya Sufi, Edisi Juli 2007.

“Alhamdulillaah dan shalawat serta salam kepada hamba-Nya terpilih Rasulullaah Muhammad saw. Amma Ba’du:

Sebagian kawan memberi saran agar saya menyusun daftar kitab-kitab yang telah saya rangkai untuk menjelaskan Jalan Haqiqat dan rahasia menurut dimensi tashawwuf, dan di luar disiplin tashawwuf. Kemudian saya rangkai – semoga Allah memberikan taufiq kepada mereka – dalam Fihris ini sesuai dengan permintaan mereka. Hanya saja sebagian kitab dalam fihris ini yang saya sebutkan – insya Allah – jumlahnya sedikit karena sebagian saya titipkan kepada seseorang disebabkan suatu hal. Dan seseorang itu tidak mengembalikan kepada saya hingga sekarang. Apa yang sudah sampai di tangan para pembaca, adalah kitab-kitabku yang tidak dipinjam oleh kawan saya tadi. Di antara kitab-kitab saya, ada yang sudah selesai dan ada juga yang belum walaupun hanya sedikit.

Apa yang saya tulis, tidak seperti tujuan para penulis pada umumnya, tetapi seluruh isinya mengalir begitu saja dalam jiwa saya, langsung dari Allah swt melalui anugerah-anugerah yang hampir-hampir menghanguskan diri saya. Saya hanya melakukan sebisa yang diperintahkan-Nya. Lalu saya keluar dari tradisi sebagaimana yang dilakukan para penulis dalam menulis. Di antaranya memang saya susun kitab itu melalui tidur ataupun mukasyafah langsung.

Saya mulai dengan menyebut sejumlah kitab yang saya titipkan itu, tetapi saat ini tidak berada di tangan saya, bahkan tidak berada di tangan siapapun. Bahkan saya tidak pernah lagi mendengar kabar sejumlah kitab itu. Dan kemudian saya akan menyebutkan sejumlah kitab yang sudah ada di kalangan umum saat ini. Dan saya pun tidak berada di dalam masyarakat selain menunggu agar mereka mengeluarkannya karena ada hal-hal yang Allah titipkan kepada saya melalui wahyu Robbani yang haqq, yaitu perintah Illaahi yang harus kita laksanakan. Hanya kepada Allah lah kami memohon pertolongan.”

Fasal Mengenai Kitab yang Dititipkan kepada Seseorang, di Antaranya Mengenai Hadits Nabi Muhammad saw.:
1. Ikhtisar mengenai Musnad Shahih Muslim bin al-Hajjaj untuk diri saya.
2. Ikhtisar mengenai kitab dari Abu Isa at-Tirmidzi.

Saya juga memulai menulis kitab dengan judul:

3. Al-Mushbah fil-Jam’l Bainas Shihah.

Begitu pun saya mulai menyusun:

4. Ikhtisharul Muhalla, karya Ibnu Hazm al-Farisy.
5. Kitabul Ihtifal fiima Kaana ‘Alaihi Rasulillaah Saw min Sanal Ahwaal.

Sedangkan yang berhubungan dengan Ilmu Haqiqat dalam Thariqat Sufi (yang ada pada seseorang) antara lain:

6. Kitabul Jam’I wat-Tafshil fii Asraarit Tanziil.

Sudah saya selesaikan sampai ayat: Wa-Idz Qaala Muusaa Lifataahu Laa Abrahu…. Sungguh sebuah tafsiran yang indah di dalamnya. Dan saya tidak menduga ada sesuatu yang luas dalam pandangan al-Qur’an dari sudut pandang ayat tersebut. Dan karena itu saya susun tertib dalam mengulas setiap ayat menurut tiga maqomat, yaitu Maqom al-Jalaal, Maqom al-Jamaal, dan Maqom al-Kamaal.

Saya mengambil ayat dari Maqom al-Jalaal dan al-Haibah, lalu saya mengulasnya sampai saya mengembalikannya pada maqom tersebut dengan isyarat yang sangat lembut dan wacana yang indah, lantas saya mengambilnya dengan apa adanya, dan saya membicarakannya di Maqom al-Jamaal, yaitu maqom yang berhadapan dengan maqom yang pertama. Lalu saya kembalikan seakan-akan ayat tersebut turun dalam maqom tersebut secara khusus. Lalu saya mengambil ayat tersebut dengan apa adanya pula, kemudian saya uraikan dari Maqom al-Kamal dengan bahasa yang sama sekali tidak sama dengan dua pandangan arah terdahulu. Dalam Maqom al-Kamaal, saya berbicara mengenai rahasia huruuf dan kalimat, huruuf kecil yang merupakan harokat, sukun yang hidup dan sukun yang mati, manakala di sana memang ada. Begitu juga hubungan, sandaran dan isyarat yang tersembunyi dan sebagainya. Jika saya sudah selesai, baru saya pindah ke ayat berikutnya. Tak satupun ada kalimat yang berasal dari saya pribadi atau orang lain. Semuanya berasal dari Allah. Kecuali sebagai penyaksian, dan itu sangatlah sedikit.

7. Kitabul Jadzwatil Muqtabisah wal-Khathratil Mukhtalisah.
8. Kitabu Miftahis Sa’adah fi Ma’rifati Madkhali ila Thariqil Irodah.
9. Kitabul Mutsallatsaatil Waridati fil Qur’an,
seperti dalam ayat “Laa Faaruidlun wa-Laa Bikrun ‘Awaanuun….” Dan firman-Nya, “Walla Tajhar bi Sholaatika walaa Tukhhofit bihaa wabtaghii baina Dzaalika Sabiila…”

10. Kitabul Musabba’aat al Waridat fil Qur’an,
seperti dalam firman-Nya, “Kholaqo Sab’a Samaawaat..” dan “Wasab’atun Idzaa Roja’tum…”

11. Kitabul Ajwibah ‘alal Masaailil Manshuriyyah, yang berisi seputar seratus pertanyaan, yang ditanyakan oelh sahabat saya yang bernama Manshur.

12. Kitabul Mubaya’atil Quthub fi Hadlratil Qurb. Sebuah kitab yang mengandung berbagai masalah total dari struktur malaikat, para rosul, para nabi, para ‘arifin, dan ruhaniyyatil mala’il a’la.

13. Kitabul Kasyfil Ma’na ‘an Sirri Asma’ilLaahil Husna
14. Kitabul Syifail Ghalil fi Idhaahis Sabil ilaal Mau’idzah
15. Kitabul “Aqlatil Mustaufa fi Agkaamish Shun’atil Insaaniyyah wa-Tahsiinish Shun’ah al-Imaaniyyah
16. Kitabul Jallail Qulub.

Ini sungguh kitab ajaib, karena ketika saya susun, setiap kawanku mengambil satu kuras dua kuras (satu-dua lipatan jilid) untuk ditelaah. Sedangkan edisi kitab ini terdiri dari dua puluh lembar.

Pada suatu malam saya beserta murid-murid saya menelaah isi kandungannya, dan sungguh sangat indah topik-topiknya. Ketika kami selesai membacanya, lalu kami letakkan di atas tanah. Dan langsung hilang lenyap ditelan tanah itu. Tidak jelas apakah manusia atau jin yang menelannya, begitu cepat tak terlihat oleh mata, dan hingga saat ini saya tidak tahu menahu kabar kitab tersebut. Sedangkan sebagian kitab tidak bisa saya kumpulkan dan tidak dikembalikan kepada saya. Setiap orang yang memegang sebagian kitab itu, maka kitab itu pun sirna begitu saja. Begitu keadaan yang sebnar-benarnya.

17. Kitabut Tahqiq fii Sya’nis Sirri al-Ladzi Waqara fi Nafsish Shadiq
18. Kitabul Ifham fi Syarhil I’laam
19. Kitabus Sarraj Wahhaj fi Syarhi kalamil Hallaj
20. Kitabul Muntakhabil min Maatsiril Arabi
21. Kitabul Nataijil Afkar wa Hadaiqil Azhar
22. Kitabul Miizan fii Haqiqatil Insaan

Semua kitab tersebut ada di tangan seseorang (dan tak pernah dikembalikan kepada saya). Saya tidak tahu apakah masih ada yang teringat oleh saya isinya atau tidak. Karena janji telah berlalu, sedang ingatan tidak berulang karena jaman yang telah lewat, bahkan khawatir jika waktu malah hilang begitu saja, maka saya pun menghadapkan diri kembali kepada penurunan kitab-kitab berikutnya…

Fasal mengenal Kitab yang Ada pada Umum yang Dikaitkan dengan Saya, di Antaranya Kitab Hadits:

23. Kitabul Muhijjatil Baidho’.
Kitab ini saya tulis di Mekah. Saya sempurnakan dengan Bab Thoharoh dan Shalat dalam dua jilid, dan yang ada di tangan saya hanya jilid ketiganya. Saya menulis Kitabul Jum’ah di dalamnya.

24. Kitabul Miftahis Sa’adah.
Di dalamnya saya mengumpulkan matan Muslim dan Bukhori, dan sebagian haditsnya at-Thirmidzi.

25. Kitabul Kanzil Abror fiima Yarwi ‘Anin Nabiyyi Saw., minal Ad’iyati wal-Adzkar.
26. Kitabul Misykaatul Anwaar fima Yarwi ‘AnilLaahi Ta’ala minal Akhbaar.
27. Kitabul Arba’in al-Mutaqabalah.
28. Kitabul Arba’in al-Muthawwalat.
29. Kitabul Ghoyn.
Saya tidak ingat lagi mengenai disiplin apa di dalamnya karena betapa sibuknya wahyu dan saya tidak mau menengok kepada masa lalu.

Sedangkan kitab yang ada pada Umum seputar Haqiqat, antara lain:

30. Kitabut Tadbiraat al-Ilaahiyyah fi Iishlaahil Mamlakatil Insaaniyyah,
Dimana saya mengikuti gaya Aristoteles dalam bukunya Sirrul Asrar yang ditulis untuk Aleksander Agung. Karena buku Aristoteles itulah maka saya menulis kitab rahasia untuk saudaraku Abu Muhammad Abdullaah bin al-Ustadz al-Mauruzy.

31. Kitabul Sababi Ta’aaluqin Nafsi bil Jism, wamaa Tuqaasi minal Alami ‘inda Firaqihi bil Mauti.
32. Kitabul Inzaalil Ghuyyub ‘ala Maratibil Qulub fiima Lana min Suja’in wa Syi’rin.
33. Kitabul Asra fi Maqqamil Asra.
34. Kitabul Musyahadatil Asraril Qudsiyyah wa Mathali’il anwaaril Illaahiyyah.
35. Kitabul Jaliy
36. Kitabul Manhajis Sadid fi Tartiibi Ahwaalil Imamil Bisthamy Abi Yazid ra.
37. Kitabul Miftahi Aqfaalil Ilhaamil Waahid wa-Idhaahi Isyaal I’llamil Murid fi Syarhi Ahwaalil Bisthamy Abi Yazid ra.

Allah ta’ala memerintahkan saya untuk menguraikannya ketika saya berada dalam tidur dan bermimpi. Pada waktu itu saya sedang tidur di pantai Sabtah di Maroko. Lalu saya bangun terhenyak menjelang fajar, dan dihadap saya ada dua penulis naskah, lalu saya dikte untuk menuliskannya menjadi kitab. Sebelum matahari terbit, kitab itu sudah selesai dua jilid.

38. Unsul Munqathi’in bi-Rabbil ‘Alamiin.
Saya tulis untuk diriku dan orang lain.

39. Kitabul Mau’idzhoh al-Hasanah.
40. Kitabul Bughyah fikhtishoril Hilyah li Abi Nu’aim al-Hafidz.
Saya tulis untuk diri saya sendiri.

41. Kitabul Durroh al-Fakhiroh fi Dzikri man Intafa’tu bihi fi Thariqil Akhiroh.
42. Kitabul Mabadi’ wal-Ghoyyaat fiima Tahwi ‘alayhi Huruuful Mu’jam minal ‘Ajabi wal-Ayaat.
43. Kitabul Mawaaqi’in-Nujum wa mathali’l Ahillatil Asrar wal ‘Ulum
44. Kitabul Inzaalatil Wujudiyyah minal Khozzainil Juudiyyah
45. Kitabul Hilyatil Abdaal wamaa Yadzharu ‘alayhaa minal Ma’aarifi wal-ahwaal.
Sebuah kitab mengenai ‘waktu’ yang saya tulis di Thaif di darb Aby Ummiyah. Saya ulas dalam keadaan lapar, diam, terjaga dari tidur dan kholwat.

46. Kitabul Anwaril fajri fi Ma’rifatil Maqoomat wal ‘Amilina alal Ajri wa ‘Ala Gahyril Ajri.
Saya beri judul demikian karena saya tulis semuanya, tidak satu hurufpun kecuali di waktu fajar hingga hampir terbitnya matahari.

47. Kitabul Futuhatil Makkiyyah.
Sebuah kitab besar dalam beberapa jilid, ketika saya dibuka secara ruhani di Mekah. Mengandung 560 bab dalam rahasia yang cukup besar dalam struktur ilmu dan ma’rifat, penempuhan, dan manzilah-manzilah serta pusat-pusat quthub, dan sejenisnya…

Dll….

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ