بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Setiap Nabi berkata, “Apapun Yang Tuhan Kehendaki, maka terjadilah.”
Dan itu bukan berarti bahwa engkau lantas pasrah buta, menjadi malas mencari penghidupan di dunia dan meninggalkan segala sesuatunya demi Tuhan.
Bukan begitu maksudnya!

Melainkan, adalah untuk memberikanmu semangat bekerja dan pengabdian besar kepada-Nya.
Dia Bermaksud, “Persiapkan dirimu untuk menjalankan semua Kehendak-Ku.”

Ketika engkau meyakini bahwa apapun yang Allah Kehendaki akan terjadi
dan Dia lah Pemilik Keabadian dan Kekuasaan Mutlak,
lalu mengapa engkau tidak kembali kepada-Nya seperti seorang pelayan
yang memiliki luapan keinginan dan semangat melayani dari seratus jiwa laki-laki?
yang dengannya memberikan Tuhanmu kehormatan tertinggi dan menyirami-Nya dengan pengadianmu.

Dan bilamana Sultan berkata, “Kekuasaanku tak lama lagi akan berakhir. Ini adalah permintaan terakhirku, maukah engkau memenuhinya?”
Lalu, apakah engkau akan tetap melayanainya dengan kekuatan seratus jiwa laki-laki?
Manakala tidak lagi ia mampu memberikanmu manfaat…
Manakala tidak lagi ia mampu memberikanmu hadiah-hadiah…

Ah, Kawan,
Janganlah engkau menjauh darinya dan dari rumahnya –
Maka hal itu akan menjadi jalan keselamatan bagimu.

Selalulah kembali kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan semua Kekuatan-Nya
untuk menumpas semua musuhmu dan Menyelamatkan Kawan-kawan-Nya.

Semua yang Dia Kehendaki, tentunya engkau akan mendatangi untuk memenuhi-Nya;
Jangan mengkhianati-Nya; pilihlah kehormatan dengan melayani-Nya.
Ayolah, jangan mengkhianati-Nya, kalau engkau memiliki ketakutan akan penolakan dan diam-Nya –
Pecinta Sejati melayani dengan penuh gairah dan semangat, penuh pengharapan akan kesejahteraan Sang Tuan, dalam sebuah kebahagiaan tak terbendung.

Teachings 0f Rumi – Mathnawi.

Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Dwi Afrianti.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ