بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

 

Untuk jasmanimu, terdapat minuman anggur terlaknat
yang membuat budak hawa nafsu mabuk terhuyung-huyung tidak menyadari Jalan Kebenaran.
Untuk akal jiwa, terdapat minuman anggur Tuhan. Penuh Kebahagiaan Sejati.

Wahai, raga, kehendakmu memang hanya ingin memenangkan rumah
yang tak seorang jiwapun mau tinggal di dalamnya,
dimana dengan kemabukannya telah mencerabut surga darinya
dan menggelapkan jalan yang menyinari arah Menuju Tujuan;
Jangan tertipu, wahai, Sayangku, oleh setiap kemabukan.

Nabi Isa as termabukkan oleh Minuman Anggur-Nya,
namun seekor keledai sudah mampu mabuk kepayang hanya dengan pemberian gandum.

Carilah minuman anggur suci seperti Anggur-Nya, buka Cawan-Nya;
Namun, janganlah berputus asa jika,
“Wahai, yang ini sudah penuh dengan ampas, Tuhanku.”
Carilah yang lain,
“Maka ini adalah yang engkau butuhkan, murni seperti mutiara.”

Wahai, engkau yang telah mengenal Minuman Anggur, berhati-hatilah meminumnya,
rasakan dengan perbedaan rasa sesamar apapun!
Agar engkau menemukan sebuah cita rasa yang tidak tercemarkan.

Setiap cawan akan membuatmu mabuk,
namun hanya kesucian yang akan membawamu kepada Tuhan
dan membebaskanmu dari setiap pikiran,
dari setiap kecemasan,
dari setiap keterpisahan menyakitkan,
sementara langkah kakimu yang Menuju-Nya dengan kehati-hatian
akan melangkah bagaikan seekor unta yang berjalan di padang pasir.

– “The Call”, Mathnawi, Teachings of Rumi; Terjemahan Inggris dari Andrew Harvey – Shambala.

Diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Dwi Afrianti.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ