بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Diambil dari:

http://www.facebook.com/?ref=home#!/notes/prihastri-septianingsih/nasihat-nasihat-dalam-hadits-qudsi/452800206583

Allohummashooli’alaasayyidinal Musthofaa

Salam Sahabat,

Diriwayat dalam Hadits Qudsi Rosulullaah Saw. bersabda, Allaah berfirman:

“Wahai anak Adam! Aku heran kepada orang yang meyakini hisab, namun ia semakin tamak mengumpulkan harta. Aku heran kepada orang yang meyakini adanya akhirat, namun ia bersantai. Aku heran kepada orang yang meyakini adanya kesirnaan dunia, namun ia menggantungkan ketenangan kepadanya. Aku heran kepada orang yang pandai bersilat lidah, tapi jiwanya kosong. Aku heran kepada orang yang bersuci dengan air, tapi ia tidak pernah membersihkan hatinya. Aku heran kepada orang yang sibuk megurusi ‘aib orang lain, sementara lupa pada ‘aib dirinya. Aku heran kepada orang yang mengetahui bahwa Allaah melihatnya, namun ia mendurhakai-Nya. Orang yang percaya ia akan mati, sendiri dalam kuburnya, namun ia tidak senang bergaul atau berbuat baik dengan sesama. Tiada Tuhan selain Aku, Muhammad adalah hamba dan rosul-Ku.”

“Wahai anak Adam! Janganlah kalia melaknat suatu makhluk, sebab laknat tersebut akan kembali kepadamu. Langit berdiri tanpa tiag hanya karena nama ari nama-nama-Ku. Tetapi hatimu bengkok, walaupun seribu nasihat dari kitab-Ku sampai kepadamu.”

“Wahai manusia! Batu itu tidak akan lunak karena berada di air, sebagaimana nasehat tidak mampu mempengaruhi hati yang keras.”

“Wahai anak Adam! Kamu telah bersaksi bahwa kamu adalah hamba-hamba Allaah, tetapi kamu masih mendurhakai-Nya. Bagaimana kamu meyakini bahwa mati adalah kenyataan, sementara kamu membencinya. Kamu megatakan hal yang tidak kamu ketahui dan menganggapnya remeh, padahal yang demikian itu besar di hadapan Allaah.”

“Wahai manusia! Telah datang kepadamu nasihat dan pelipur hati dari Tuhanmu, [QS.10. Yunus: 57]” Mengapa kamu tidak berbuat baik kecuali terhadap orang yang berbuat baik kepadamu; kamu hanya menyambung silaturrahiim kepada orang yang menyambungmu; kamu hanya berbicara dengan orang yang mengajamu bicara; memberi makan kepada orang yang memberimu makan; dan hanya menghormati orang yang menghormatimu.

Tidak ada seorang pun yang mempunyai kelebihan atas yang lain. Orang Mu’min adalah orang yang beriman kepada Allaah dan Rosul-Nya. Mereka berbuat baik kepada orang yang berbuat jahat kepadanya; menyambung tali silaturrahiim kepada orang yang memutuskan hubungan dengannya; mema’afkan orang yang tidak memberinya ma’af; menunaikan amanah terhadap orang yang mendurhakainya; mengajak bicara orang yang menyeterunya; dan menghormati orang yang merendahkannya. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui atas kamu sekalian.”

shodakalloohul ‘adziim
semoga berkenan dan bermanfa’at buat kita semua.

wassalaam

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ