بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

kucoba untuk meletakkan kepercayaan kepada-Mu,

mencoba mengikuti hati dengan mempelajari alirannya;

seberapa jauh ia bisa dipercaya untuk mempercayai-Mu?

kucoba menepis gurat kekhawatiran yang sesedikit apapun,

mencoba meletakkan kepercayaan kepada-Mu

tanpa sedikit keraguan;

mencari-Mu…

menemukan-Mu…

Adakah Engkau?

sebenar Adakah Engkau?

Adakah Engkau?

bagaimana aku bisa mempercayai-Mu dengan penuh

jika tak berani aku melepaskan ketakutan yang walau hanya sedikit,

jika tak berani melepaskan sandaran lahiriyyah?

Kau, Yang sedang di manapun,

apakah yang akan Engkau buktikan

jika aku sedang berusaha untuk sebenar mempercayai-Mu,

sebenar mempercayai-Mu…

melepaskan selain-Mu?

akankah Engkau Memang Ada?

semua yang Engkau berikan,

dan yang tak Engkau berikan,

setelah sekian usiaku,

masa tidak mampu membuat aku berserah diri penuh kepada-Mu?

maluku di mana?

tak tahu maluku di mana?

saat terbaik,

adalah kesempatan yang begitu berharga,

dan harus dipergunakan dengan begitu penuh kehormatan.

kehormatan itu adalah ketika Engkau Ada.

tak akan kujual dengan remeh temeh memalukan.

maafkanlah aku, ya, Allah,

dan mohon Pertolongan-Mu.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Jum’at, 24 September 2010,  pukul 15 an