بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Pembicaraan – Jalaluddin Rumi (the Music and the Silence of the Heart)

Aku datang ke sini

untuk merebahkan kepalaku di Kaki-Mu,

untuk memohon ampun,

untuk duduk di singgasana mawar

dan membakar semak belukarku.

Apapun yang kupikir untuk kulakukan,

manakala aku di sini bersama-Mu, itu tak berarti apa-apa.

Aku datang untuk menangis.

Tak ada tempat bersembunyi dari duka.

Di luar aku diam.

Di dalam, Kau tahu, betapa menjeritnya aku.

Buatlah wajahku milik-Mu.

Puisi ini akan aku perpendek.

Baca saja di dalamku.

Pecinta tanpa kata, malangnya engkau,

kau tak punya siapa-siapa untuk diajak bicara?

Tapi pikiran-pikiranmu mendesak ke luar bagai letusan senapan seorang tentara.

Sendiri, setiap orang tetap tak  mengajakmu bicara.

– Tak seorangpun berbicara untuk mendekati sebuah pintu.

Tapi kau yakin bahwa sekarang kau telah kehilangan teman-teman terbaikmu.

Barangkali, kau sekarang berada di dalam dunia murni,

kekurangan teman dan sifat-sifat. Tidak ada keraguan sama sekali tentang hal itu.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Rumi : Bridge to The Soul,

JOURNEYS INTO THE MUSIC AND SILENCE OF THE HEART

Translations into english by Coleman Barks, with A. J. Arberry and Nevi.

Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Dwi Afrianti.