بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Sunyi di Antara Kilat – Jalaluddin Rumi (the Music and the Silence of the Heart)


Ketika seekor singa ingin meminum darah kami, kami biarkan saja.

Setiap saat kami menawarkan satu jiwa baru.

Seorang datang untuk mengumpulkan sorban dan sepatu.

Sunyi  di antara kilat,

bergantunglah kepada Penyebabnya.

Jalan yang kulihat begitu rapuh,

dan ia sebagai jaminan keabadian.

Seekor ular menggelandang mencari sebuah samudra.

Apa yang akan dilakukannya dengan samudra itu?

Jika untuk menebus dosa engkau memeras anggur, minumlah perasanmu.

Kau bayangkan bahwa para sufi tua

memiliki batu endapan hitam dalam cangkir-cangkir mereka.

Tidak masalah apapun yang kau pikirkan.

Bunga tidak tersenyum

kepada cabang yang mengagumkan.

Syams Tabris bersinar seperti matahari. Sekarang.

Apakah yang sebenar menjadi tujuan dari menghitung bintang-bintang?

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Rumi : Bridge to The Soul,

JOURNEYS INTO THE MUSIC AND SILENCE OF THE HEART

Translations into english by Coleman Barks, with A. J. Arberry and Nevi.

Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Dwi Afrianti.