بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Apa yang menahan kita untuk tidak ikut menari seperti partikel-partikel debu?

– Jalaluddin Rumi (The Music and the Silence of the Heart)

Mengapa jiwa tidak terbang ketika ia mendengar panggilan?

Mengapa seekor ikan, yang terdampar di pantai, tetapi dekat dengan air, tidak bergerak kembali masuk ke laut?

Apa yang menahan kita untuk tidak ikut menari seperti partikel-partikel debu?

Lihat gerakan-gerakan lembut mereka dalam sinar matahari.

Kita keluar dari sarang-sarang dengan kepakan sayap terbentang. Sebelumnya sayap tidak terangkat.

Kita terus mengumpulkan batu-batu dan memecahkan tembikar seperti anak-anak kecil yang membohongi pedagang.

Kita harus merobek-robek karung kebiasaan kita dan mengeluarkan kepala kita.

Lihatlah sekeliling. Tingkalkan masa kanak-kanakmu.

Ulurkan tangan kananmu dan ambil buku ini. Tapi, tahukah engkau mana kanan dan mana kiri?

Sebuah suara berbicara untuk memberikan penjelasan kepadamu. Bergerak menuju saat-saat kematianmu.

Periksa apa yang sebenar menjadi keinginanmu.

Sekarang  dirimu diperintah oleh panggilan dari dalammu sendiri.

Engkaulah raja. Ungkapkan pertanyaanmu, dan harapkan keindahan sebuah jawaban.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Rumi : Bridge to The Soul,

JOURNEYS INTO THE MUSIC AND SILENCE OF THE HEART

Translations into english by Coleman Barks, with A. J. Arberry and Nevi.

Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Dwi Afrianti.