بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

Tukang Jagal dan Dombanya – Jalaluddin Rumi ( (The Music and The Silence of The Heart)

Janganlah berputus asa ketika kekasih mengusirmu jauh-jauh.

Hari ini penolakan, barangkali besok berganti panggilan.

Jika pintu menutup, janganlah pergi jauh.

Sabarlah, bahkan jika tampak tiada pintu yang terbuka.

Tiada yang mengetahui jalan selain si empunya jalan-jalan rahasia.

Bukankah seorang tukang jagal yang membunuh domba tidak pernah meletakkan tubuhnya sembarangan?

Ia membungkuk, mendekati domba ketika menjagalnya.

Hidup domba pun berganti menjadi kehidupan tukang jagal.

Maksudnya:  betapa besar kemurahan hati yang terdapat di dalam pembunuhan yang dilakukan oleh kekasih.

Kerajaan Sulaiman berubah menjadi seekor semut.

Dunia-dunia menjadi satu di hati.

Aku berjalan ke mana-mana  dan tidak menemukan ada yang mirip seperti kawan.

Apakah kau menemukannya?

Kediaman ini memberikan sebuah rasa;

Apapun anggur yang kawan sediakan, ia akan datang ketika tiada lagi bahasa.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Rumi : Bridge to The Soul,

JOURNEYS INTO THE MUSIC AND SILENCE OF THE HEART

Translations into english by Coleman Barks, with A. J. Arberry and Nevi.

Terjemahan ke Bahasa Indonesia oleh Dwi Afrianti.